Langsung ke konten utama

Postingan

Mengapa Anak Muda Harus Berani Gagal dan Terus Mencoba?

Jangan batasi diri mumpung masih muda, harus berani melampaui batas diri Beberapa hari lalu saya menonton sebuah percakapan menarik antara Najwa Shihab dan Putri Tanjung. Ada banyak hal yang dibahas, mulai dari kesetaraan perempuan, pendidikan, kreativitas, kepemimpinan, sampai keberanian untuk mencoba hal-hal baru. Namun dari semua percakapan itu, ada satu kalimat yang paling membekas di pikiran saya: "If you don't ask, you don't get." Kalau kita tidak meminta, kita tidak akan mendapatkan. Kalimat ini sederhana, tetapi sangat kuat. Karena sering kali yang membatasi kita bukan orang lain, melainkan diri kita sendiri. Ketakutan yang Membatasi Diri Banyak orang sebenarnya memiliki ide bagus, mimpi besar, dan potensi luar biasa. Tetapi mereka memilih diam. Mengapa? Karena takut ditolak. Takut dianggap tidak mampu. Takut gagal. Takut malu. Padahal ketika kita terlalu takut terhadap penolakan, sebenarnya kita sedang membatasi peluang kesuksesan kita sendiri. Saya teringat ...
Postingan terbaru

Membaca Bukan Tentang Banyaknya Buku, Tetapi Perubahan Diri

 Membaca bukan sekadar menyelesaikan buku. Beberapa waktu terakhir saya menonton sebuah video berjudul "Cara Bikin Otak Lo Suka Baca Buku dan Inget Semuanya dalam 16 Menit." Video ini membuat saya berpikir kembali tentang kebiasaan membaca yang selama ini saya lakukan. Banyak orang ingin rajin membaca, tetapi sering mengalami masalah yang sama. Baru membaca beberapa halaman sudah bosan. Kadang berhasil menyelesaikan satu buku, tetapi beberapa minggu kemudian lupa hampir seluruh isinya. Saya juga pernah mengalami hal yang sama. Ternyata masalahnya bukan karena kita malas atau tidak pintar. Sering kali kita hanya menggunakan cara membaca yang kurang tepat. Otak Menyukai Hal yang Bermakna Salah satu hal yang saya pelajari dari video tersebut adalah bahwa otak manusia lebih mudah mengingat informasi yang memiliki hubungan dengan pengalaman pribadi. Ketika membaca sebuah buku, jangan hanya fokus menyelesaikan halaman demi halaman. Cobalah bertanya: Apa hubungan isi buku ini denga...

Bukan Tidak Bisa, Hanya Belum Bisa

Kekuatan Growth Mindset Mengapa Kata "Belum" Bisa Mengubah Masa Depan Kita?  Belajar dari Buku Mindset karya Carol Dweck Pernahkah kita mengatakan kepada diri sendiri: "Saya memang tidak pintar." "Saya tidak berbakat." "Saya tidak bisa bahasa Inggris." "Saya lahir dari kampung, jadi kesempatan saya terbatas." Kalimat-kalimat seperti itu mungkin terdengar biasa. Namun menurut Carol Dweck dalam bukunya Mindset , cara kita berbicara kepada diri sendiri dapat menentukan arah hidup kita dalam jangka panjang. Buku ini membahas dua pola pikir yang sering dimiliki manusia: Fixed Mindset (Pola Pikir Tetap) dan Growth Mindset (Pola Pikir Bertumbuh). Dua Cara Melihat Diri Sendiri Orang dengan Fixed Mindset percaya bahwa kemampuan seseorang sudah ditentukan sejak lahir. Mereka berpikir: Saya memang tidak berbakat. Saya memang tidak pintar. Saya memang tidak cocok melakukan hal itu. Kalau gagal berarti saya tidak mampu. Sementara o...

Mengapa Kita Sering Lupa Isi Buku yang Baru Dibaca? Sebuah Refleksi dari Dunia Literasi

  Mengapa Kita Sering Lupa Isi Buku yang Baru Dibaca? Sebagai orang yang bekerja di bidang literasi, saya sering mendengar pertanyaan seperti ini: "Kak, saya sudah membaca buku sampai selesai, tetapi setelah beberapa hari saya lupa isi bukunya." Atau ada juga yang berkata: "Saya membaca halaman demi halaman, tetapi rasanya tidak mendapatkan apa-apa." Jujur saja, saya juga pernah mengalami hal yang sama. Dulu saya berpikir bahwa masalahnya mungkin karena saya kurang pintar atau kurang fokus. Namun setelah membaca berbagai buku, mengikuti perkuliahan, dan mendampingi banyak anak-anak dalam kegiatan literasi, saya menyadari bahwa memahami bacaan ternyata adalah sebuah keterampilan yang perlu dilatih. Membaca bukan sekadar melihat huruf demi huruf sampai halaman terakhir. Membaca adalah proses memahami, menghubungkan, mengingat, dan merefleksikan informasi yang kita terima. Mengapa Kita Sulit Memahami Buku? Menurut saya ada beberapa penyebab utama. 1. Buku yang Kita Bac...

Dari Pesta Babi untuk Papua: Ketika Hutan Hilang, Ruang Belajar Anak-Anak Ikut Hilang

Termotivasi dari Film Pesta Babi  Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita mengangkat kehidupan masyarakat adat di wilayah Merauke, Boven Digoel, dan Mappi, Papua Selatan. Film ini memperlihatkan bagaimana masyarakat adat menghadapi pembukaan hutan dalam skala besar untuk proyek pangan, perkebunan, dan bioenergi yang masuk ke wilayah adat mereka. Melalui kisah masyarakat Marind, Awyu, Yei, dan Muyu, film ini menunjukkan bahwa hutan bukan sekadar pohon atau lahan kosong. Hutan adalah rumah, sumber pangan, sekolah kehidupan, dan identitas budaya masyarakat Papua. Ketika hutan dibuka dan berubah menjadi kawasan industri, masyarakat tidak hanya kehilangan pohon, tetapi juga kehilangan sebagian dari cara hidup mereka. Judul "Pesta Babi" diambil dari tradisi adat yang melambangkan persaudaraan, penghormatan, dan hubungan manusia dengan alam. Film ini menggunakan simbol tersebut untuk menggambarkan bagaimana budaya lokal sangat bergantung pada keberlangsungan hutan Pa...

Mengapa Membaca Buku Masih Penting di Era AI?

 Kebiasaan Membaca Buku Ternyata Mengubah Otak Kita. Ini Alasannya. Di era sekarang, hampir semua informasi bisa kita dapatkan hanya lewat handphone. Kita bisa belajar melalui video YouTube, podcast, media sosial, bahkan bertanya langsung kepada AI. Karena itu, banyak orang mulai bertanya: "Kalau semua informasi sudah tersedia secara instan, apakah membaca buku masih penting?" Saya juga pernah berpikir seperti itu. Ada masa ketika saya lebih banyak menghabiskan waktu menonton video atau membaca informasi singkat di media sosial dibanding membaca buku. Rasanya lebih cepat, lebih praktis, dan lebih efisien. Namun semakin lama, saya menyadari ada sesuatu yang berbeda. Informasi memang bertambah, tetapi kemampuan berpikir mendalam justru terasa berkurang. Setelah kembali membangun kebiasaan membaca buku, saya mulai memahami mengapa aktivitas sederhana ini masih sangat penting, bahkan di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Membaca Adalah Latihan Besa...

Cara Paling Jitu Fokus Belajar Total (Terbukti Secara Ilmiah)

Fokus Belajar. Beberapa waktu lalu saya menonton video YouTube berjudul “Cara Paling Jitu Fokus Belajar Total Terbukti Secara Ilmiah” . Isinya sangat relate dengan pengalaman banyak orang: niat belajar satu jam, tapi baru 10 menit kemudian tangan sudah mencari ponsel. Jujur, saya juga pernah mengalami itu. Saat sedang menulis, membaca, atau menyiapkan materi, tiba-tiba muncul dorongan untuk “cek sebentar” notifikasi. Awalnya cuma lima menit, lalu tanpa sadar waktu habis begitu saja. Hal menarik dari video ini adalah penjelasannya: masalah fokus bukan sekadar kurang niat atau kurang disiplin. Ada proses biologis dan psikologis di otak kita yang membuat distraksi terasa sangat menarik. Mengapa Ponsel Sangat Sulit Dilepaskan? Otak manusia sejak dulu berevolusi untuk mencari hal-hal baru, kejutan, dan informasi penting. Dulu itu membantu manusia bertahan hidup. Sekarang, notifikasi ponsel memanfaatkan sistem yang sama. Inti yang paling saya tangkap Dopamin bukan sekadar hormon kebahagiaan...